Merayakan satu dekade kebersamaan, menghadirkan ajaran Buddha dalam instalasi seni kontemporer dan ruang refleksi.
pengikut global
Instagram Buddhis
Young Buddhist Association of Indonesia: tumbuh bersama Dharma, bergerak bersama pemuda.
Didirikan pada 27 Mei 2016, YBA telah berkembang dari komunitas kecil menjadi gerakan nasional dengan berbagai kegiatan spiritual, sosial, dan budaya. Memasuki tahun ke-10, YBA menjadi organisasi pemuda Buddhis digital terbesar di dunia dengan jangkauan global.
Terafiliasi dengan World Fellowship of Buddhist Youth (WFBY) yang mencakup 38 pusat regional di 18 negara, YBA aktif membangun dialog lintas iman dan berkontribusi dalam program nasional bersama Kementerian Agama dan BPIP.
Pelajari Lebih Lanjut ?"Ketika ini ada, itu muncul" – segala sesuatu saling terkait. Kebahagiaan sejati lahir dari tanggung jawab bersama.
Kekosongan bukan berarti tiada, melainkan ruang terbuka yang memungkinkan segala hal saling menopang. Tanpa batas ego, kita merawat alam dan sesama.
Nilai interbeing selaras dengan kearifan lokal: gotong royong, Tri Hita Karana, dan hidup selaras alam. Festival menjadi ruang perjumpaan lintas iman.
Kelahiran, Pencerahan, Parinibbana – tiga peristiwa agung yang mengajarkan bahwa kebahagiaan kita tidak terpisah dari makhluk lain.
Pandangan Dharma dari para Dewan Pelindung YBA
“Interbeing: Our Happiness, Our Shared Responsibility – kebahagiaan pribadi tidak berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari kepedulian, tanggung jawab, dan sikap batin yang selaras dengan kesejahteraan bersama.”
“Segala pencapaian lahir dari jaringan hubungan yang saling menopang. Inilah hakikat Sunyata: bahwa segala sesuatu kosong dari inti terpisah, namun justru karena itulah segala sesuatu menjadi mungkin untuk saling terhubung.”
“Beragam karya seni, pertunjukan budaya, serta gagasan inovatif sarat nilai Dharma. Seni dan dialog menjadi jembatan batin yang menumbuhkan keyakinan kepada Triatna.”
“Hukum sebab akibat mengajarkan bahwa semua kondisi saling bergantung. Kebahagiaan sejati lahir dari kerjasama dan tanggung jawab bersama.”
“Interbeing mengajak kita berhenti sejenak, merefleksi cara kita hidup, mengonsumsi, dan memperlakukan sesama serta lingkungan. Dari kesadaran inilah kebahagiaan sejati bertumbuh.”
“Vayadhamma sa?khara – segala sesuatu yang terkondisi pasti berubah. Karena itu, hidup dengan kewaspadaan (appamada) adalah kunci. Interbeing mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak lahir sendiri.”
Berbagai kegiatan berkelanjutan yang membumi dan inspiratif
Festival yang mengajak pengunjung mempraktikkan mindfulness melalui seni, teknologi, dan kreativitas. Ajaran Buddha dikemas secara modern agar mudah diterima semua kalangan.
Program menginap di vihara dengan menjalankan 8 sila, merasakan keseharian bhikkhu. Tersedia tradisi Mahayana dan Theravada, membimbing peserta menuju kedamaian batin.
Meditasi rutin setiap Jumat, terbuka untuk umum. Mendukung kesehatan mental dan pengembangan kesadaran diri melalui praktik mindfulness yang konsisten.
Podcast mingguan yang membahas permasalahan hidup sehari-hari dengan pendekatan Buddha Dharma. Tersedia di YouTube YBA.
Komunitas suportif untuk berbagi cerita, refleksi, dan belajar menerapkan ajaran Buddha dalam kehidupan modern. Hangat dan tanpa penilaian.
Perayaan utama dengan diorama interaktif, panggung budaya, puja bakti, dan dialog lintas iman. Menjadi ruang perjumpaan bagi semua golongan.
Lima pengalaman imersif yang menerjemahkan ajaran keterhubungan ke dalam ruang dan cahaya
Pengunjung menyiram rupang Buddha; setiap tetes memicu nyala LED yang dipantulkan cermin – simbol bahwa kebajikan satu orang menerangi banyak makhluk. Kebahagiaan lahir dari relasi yang saling menopang.
Pilih topik hidup (relasi, karier, kesehatan), berfoto, lalu dapatkan pesan Dhamma personal dari Sutta/Dhammapada. Bukan ramalan, melainkan cermin kebijaksanaan kolektif.
Lorong dengan animasi 3D: satu titik cahaya berkembang menjadi ribuan saat disentuh, lalu meredup dan menyatu kembali. Mengajarkan bahwa tidak ada "aku" yang terpisah – kebahagiaan bersifat kolektif.
Pengunjung menulis harapan di paper seed (kertas benih), menggantungnya, lalu diberkati Sangha. Setelah festival, kertas ditanam menjadi sayuran untuk para bhikkhu. Memberi dan menerima menyatu.
Rupang Buddha dari anyaman kawat: dari dekat tampak jaringan ruang, dari jauh menyatu. Di area ini terdapat relik Buddha dan murid utama. Menggambarkan bahwa keutuhan lahir dari keterkaitan tanpa batas.
Ruang pertunjukan seni, dialog budaya, meditasi bersama, dan puja bakti. Menjadi pusat perayaan dan perjumpaan lintas tradisi.
“Setiap penyelenggaraan selalu menghadirkan konsep berbeda. Rupang Buddha Melayang Terbesar menjadi daya tarik utama.”
“Kami ingin menjadikan vihara sebagai eco-vihara. Waisak bukan hanya bergembira, tapi memperdalam nilai Buddhis dan aksi sosial.”
Main Atrium, Tunjungan Plaza 3
27 – 31 Mei 2026Center Atrium, Mall Taman Anggrek
3 – 7 Juni 2026Para pelindung, penasihat, dan tim kreatif yang bekerja dengan penuh dedikasi
Natasya Widya Wulandari
Silviana Gunarsih Santoso
Febiana Lia Chandra, Selvie Halim, Ivan Wirya, dkk.
Aileen Nydia Halim, Esther Caroline Ou, dkk.
Aji Sasmito, Alex Purnomo, Leideovico Yudhisti
... dan masih banyak relawan serta dhammaworker yang turut berperan.